Karakteristik Seni
Seni Rupa merupakan sebuah konsep atau nama untuk
salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: titik,
garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut
tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa
merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau
komposisi yang bermakna. Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar kumpulan
atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai dengan
prinsip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak
atau sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu
sendiri. Dengankata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting
dari jumlah bagian-bagiannya. Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu:
karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa
dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan
lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja.
Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya. Karya
seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi
panjang,lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang.
Contoh, seni patung, seni kriya kayu, seni kriya keramik, seni seni
arsitektur dan berbagai desain produk.
Namun seiring perkembangan pola pikir seseorang
sehingga muncul ide-ide baru yang membuat kita agak sulit untuk menentukan
apakah karya tersebut termasuk karya seni dua atau tiga dimensi. Tadi di
jelaskan diatas kalau seni lukis termasuk seni yang digolongkan dua dimensi
dan seni patung digolongkan seni tiga
dimensi. Akan tetapi jika sebuah patung dicat dan dipenuhi dengan lukisan
bagaimana kita mengelompokkannya?.
Berbicara tentang karakteristik seni khususnya
psikologinya ada beberapa hal penting yang perlu kita bahas, misalkan dalam
bidang seni patung. Salah satu seniman patung di Bali yang terkenal bernama
Nyoman Nuarta karyanya yang terkenal di Bali yaitu patung Garuda Wisnu Kencana
yang terletak di Tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, dengan tinggi
patung GWK mencapai 126 meter mulai dari Pedestal, Garuda, hingga Wisnu,
sementara tinggi Liberty 93 meter. Namun setelah dicermati secara
mendalam bahwa patung tersebut pasti tidak dikerjakan seorang diri dan masih
memerlukan bantuan orang lain untuk membangun patung tersebut yang memiliki
ukuran lumayan besar. Disini karya seni tersebut dikerjakan oleh banyak orang
tetapi satu orang yang dihargai. Jadi kalau kita bertanya siapa pembuat patung
tersebut pasti yang di jawab adalah Bapak Nyoman Nuarta. Berikut ini adalah foto dukumen saat proses pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana.
![]() |
http://www.pikiran-rakyat.com/ffarm/www/imagecache/625x350/2013/07/24/2407patung_GWK.jpg |
![]() |
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/23/1833195gwk780x390.jpg |
![]() |
http://data.tribunnews.com/foto/images/preview/20131016_pembuatan-patung-gwk-di-bandung_3034.jpg |
Selain di seni patung, dibidang seni lainnya,yaitu seni musik,
seni tari, sastra, pertunjukan, film dan lain sebagainya. Dalam seni musik,
misalkan jaman sekarang ini kita banyak melihat anak muda yang membuat
grup-grup band ada juga yang kita kenal dengan nama boy band dan girl band.
Banyak lagu-lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu ciptaan orang lain. Jika diamati
mereka termasuk menjiplak atau meniru karya orang lain dan penonton tepuk
tangan setelah menonton penampilan mereka dan hal ini adalah sah-sah saja.
Tetapi kalau mengakui lagu orang lain kemungkinan besar akan dituntut dan
dibawa ke hukum. Hal ini juga terjadi di
seni tari, seni sastra.
Kalau dibidang seni pertunjukan dan perpileman juga
terjadi hal seperti ini. Kalau kita menonton film yang pasti kita ingat adalah
pemeran dalam film tersebut apa lagi pemerannya ganteng-ganteng dan
cantik-cantik, cerita filmnya yang bagus, dan lain sebagainya. Sehingga hal ini
membuat pemeran film tersebut menjadi bintang atau idola bagi penontonnya.
Tanpa kita sadari bahwa dibelakang pembuatan film tersebut di bantu oleh banyak
orang. Sutradara memliki peran yang penting dalam pembuatan film karena dia
yang mengarang cerita. Jadi bagus atau jeleknya jalan cerita sebuah film
ditentukan oleh sutradara. Selain sutradara, peran pengatur musik juga penting
dalam sebuah pertunjukan atau perpileman karena musik juga harus menyesuaikan Jika
adegan filmnya tegang atau horor berbeda musiknya dengan film yang adengannya romantis
dan masih ada banyak lagi, seperti ada yang mengatur efek suara, cahaya dan
lian sebagainya. Jadi semua memiliki peran dalam pembuatan film tetapi
kebanyakan yang populer adalah pemeran atau pemain film tersebut.
Berbeda halnya dengan karya seni lukis, karena kalau
kita meniru karya orang lain kita pasti akan dituntut tidak seperti halnya
dalam seni musik. Kalau kita menyanyikan atau membawakan lagu ciptaan orang
lain akan sah-sah saja. Namun ada juga beberapa seniman yang membuat karya seni
lukis bersama-sama dan yang mengakuinya atau yang menandatanganinya hanya satu
orang. Nah ini juga menjadi pertanyaan apakah hal seperti ini layak atau tidak?
Apa lagi jaman sekarang gambar-gambar banyak ditemukan diinternet ada juga
beberapa orang yang langsung meniru diinternet.
Jadi pada intinya seni itu ada yang bersifat
individu dan ada yang kelompok. Ada juga yang dibuatnya secara berkelompok
tetapi diakui secara individu. Seni yang bersifat individu itu dihargai. Seni
yang bersifat kelompok seharusnya dihargai jika seni tersebut melibatkan atau
memberikan manfaat atau pengaruh kepada orang lain.
0 komentar:
Posting Komentar